Dalam rangka memperingati Hari Buku Internasional, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan World Book Day 2026 bertema Connected by Literacy, Building Future-Ready Communities, pada Sabtu (23/5), di Lippo Plaza Kupang.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, dalam sambutannya menyampaikan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi dalam penguatan literasi melalui kegiatan bedah buku dan berbagai perlombaan yang mendorong kreativitas dan daya pikir kritis generasi muda, antara lain lomba mewarnai, mendongeng, pidato, dan film pendek.
Dalam kesempatan lomba yang dibuka tersebut, SMAK Kasih Karunia turut ambil bagian membuat film pendek berjudul “Satu Buku untuk Secercah Harapan” yang dinobatkan sebagai Juara 2 terbaik. Film tersebut berkisah tentang Markus (diperankan oleh Asrael Noman), seorang remaja yang sangat menyukai membaca. Setiap hari ia membantu mamanya berjualan jagung agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Buku miliknya sudah mulai usang, tetapi ia tetap menjaganya karena percaya bahwa membaca dapat mengubah masa depan. Markus menempuh pendidikan di sebuah pondok kecil di desa itu. Setiap sore dan malam hari, Markus belajar di bawah naungan lampu pelita, karena kondisi ekonomi yang terbatas.
Namun sahabatnya, Martin (Gerrard Welkis) mulai kehilangan semangat sekolah karena harus membantu ayahnya bekerja di kebun dan merasa pendidikan tidak akan mengubah hidup mereka. Untungnya ada Bety (Stivani Nuban), teman yang dikenal rajin, pintar, dan bersemangat. Bersama Pak Guru yang sering memberi nasihat di pondok belajar, Markus dan Bety terus menyemangati Martin agar tidak menyerah. Bertahun-tahun kemudian, perjuangan mereka membuahkan hasil dan membuktikan bahwa mimpi besar juga bisa lahir dari desa yang kecil dan terbatas.
Kisah sederhana dan menyentuh ini adalah gambaran nyata kebanyakan anak-anak di pelosok desa NTT yang harus berjuang untuk sekolah di samping harus membantu orang tua mereka yang hidup dalam kesulitan ekonomi. Film yang ceritanya ditulis dan disutradarai oleh Joshua Ballo ini diharapkan mampu memberi inspirasi dan dorongan bagi mereka yang berada dalam pergumulan yang sama untuk tidak berhenti berjuang bagi masa depan yang lebih baik.
Film pendek ini digarap oleh siswa kelas 11 SMAK Kasih Karunia di bawah bimbingan Tc. Helmy Dadang Gunawan, dengan pemeran pendukung Gievarra Soan sebagai Mama Markus dan Alivarkhan Samangilailai sebagai Pak Guru. Melalui keberhasilan film pendek ini meraih penghargaan, menjadi bukti bahwa potensi, bakat, dan kreativitas siswa sangatlah besar untuk terus digali dan dikembangkan lagi.
Tonton filmnya di sini: “Satu Buku untuk Secercah Harapan”
